Selasa, 29 November 2011

Ayo Menulis!!!


Kini aku kembali pada rutinitasku sebagai seorang mahasiswa, menuntut ilmu tentunya. Jika aku melihat kembali perjalananku sampai sekarang, ternyata banyak sekali hal yang telah aku lalui. Diantara banyak hal itu, tentu ada yang membekas dalam ingatan dan tidak sedikit yang terlupakan begitu saja. Begitu juga dalam kehidupanku. Setelah mengamati berbagai hal yang terjadi, ada satu hal yang membuat perubahan dalam hidupku. Menulis, ya menulis. Dengan menulis akhirnya aku bisa mengunjungi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, (Untirta), Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas lainnya sewaktu SMA. Dengan menulis juga aku bisa mengunjungi beberapa tempat eksotis di Indonesia, bisa bertemu banyak orang hebat dan tentunya mendapat pengalaman yang berharga.

Menulis adalah tentang menceritakan "aku" di masa depan. Kita tidak tahu sampai berapa lama lagi akan hidup di dunia ini. Dengan asumsi normal, maka sekarang aku sudah menjalani sepertiga perjalanan hidup di dunia. Ada beberapa harapan yang ingin aku wujudkan, salah satunya adalah menjadi orang yang dikenang setelah kematiannya. Banyak jalan yang bisa di tempuh tentunya, menjadi orang terkaya di dunia, menjadi orang paling berpengaruh, menjadi seorang presiden, menjadi legenda sepakbola, pemain musik legendaris, dan masih banyak lagi hal yang bisa dilakukan agar menjadi orang yang tersimpan dalam kenangan. Saat aku melihat kedalam diriku, satu hal yang muncul adalah aku harus menjadi penulis. Sebuah pemikiran normatif yang kini menjadi salah satu pelita dalam hidupku. Sebagai makhluk mikrokosmos, manusia berperan besar dalam mengubah dunia dan lingkungan di sekitarnya melalui pikiran. Kita tidak dapat menapikan sumbangsih pikiran yang dapat membawa perubahan besar pada dunia ini. Perkembangan teknologi, Ilmu pengetahuan menjadi salah satu indikator besarnya pengaruh pemikiran pada dunia ini. dan coba tebak apa yang dilakukan orang-orang besar-yang mengubah dunia-terhadap ide mereka, mereka mendokumentasikannya melalui tulisan. Oleh karena itu, walaupun sudah terlampau waktu yang sangat jauh, ide-ide mereka tetap ada sampai sekarang dan terus dikembangkan oleh generasi selanjutnya.

Seperti halnya orang-orang besar yang saya singgung di atas. Setiap dari kita adalah orang yang mempunyai ide dan pemikiran yang besar. Hanya terkadang kita tidak mewujudkan ide tersebut dan tidak juga mencoba untuk mepublikasikan atau menuliskannya. Ide yang kita punya hanya akan menjadi buah pikiran jika tidak kita tuangkan dalam sebuah tulisan. Tidak mudah memang menuangkan apa yang ada dalam pikiran kita kedalam sebuah tulisan yang runut dan logis, sehingga mampu dipahami setiap orang yang membaca. Saya hanya ingin mengajak, mari kita mencoba menuliskan setiap ide yang kita punya.

Menulis merupakan sinergitas antara otak kiri dan kanan, setidaknya begitu kata para ahli. Ketika akan menuangkan ide dalam tulisan, terkadang kita terpaku pada pemikiran tentang urutan, bahasa, logika paragraf, penempatan titik atau koma, baku atau tidak, dan segala macam pikiran yang akhirnya membuat kita malas dan enggan untuk menulis. Berimajinasilah, gunakan otak kanan, tuangkan semua yang ada dalam pikiran. Setelah semuanya tertuangkan, baru kita gunakan otak kiri kita, kita analisis kesesuaian antar paragraf, struktur kalimat, tata bahasa, dan pemaparan ide kita. Lihatlah apa yang akan Anda rasakan ketika berhasil menyelesaikan sebuah tulisan. Ada rasa bangga, bahagia, haru, tenang karena Anda berhasil mengeluarkan segala ide, pikiran, penat, kekesalan, kegalauan, dan hal lain yang ada dalam pikiran Anda.

Akhirnya sebagai penutup, saya ingin menyampaikan sebuah pesan dari para penulis andal, "untuk pandai menulis kuncinya cuma tiga, yaitu menulis, menulis, dan menulis." Mari menceritakan "Aku" di masa depan!

0 komentar:

Posting Komentar